Setiap manusia berpotensi menjadi Buddha.
Namun juga menjadi mara.
Berpotensi menjadi Buddha karena manusia memiliki Buddhata (sifat Buddha).
Berpotensi menjadi mara karena adanya kesesatan dan dosa-karma.
Lalu potensi mana yang lebih kuat?
Semua pertanyaan ini tidak berguna,
Memilih menjadi baik atau menjadi jahat,
Sesungguhnya 'kebebasan memilih'
Potensi mana yang lebih berpengaruh?
Akan menjadi Buddha atau mara diri kita?
Sebab jawabannya ada pada diri kita sendiri.
Kita memiliki kebebasan memilih.
Memberi atau merampas,
Mengasihi atau menyakiti,
Beramal atau berbuat dosa.
Menjadi Buddha atau mara.
Inilah potensi di atas segala-galanya.