Pagi itu, niat saya hanyalah mencari sarapan seperti biasa. Namun, di sudut pasar, langkah saya terhenti. Bukan karena aroma makanan, melainkan karena sepasang mata kecil yang menatap kosong dari balik jeruji besi sebuah kandang sempit.
Ia adalah seekor anak musang.
Sang Penjaga Malam yang Lincah
Bayangkan sebuah hutan yang rimbun saat rembulan bersinar penuh. Di sanalah seharusnya anak musang ini berada. Di alam liar, musang adalah makhluk yang sangat mandiri dan cerdas. Mereka adalah pelompat ulung yang menghabiskan malam dengan menjelajahi dahan-dahan pohon, bermain kejar-kejaran dengan saudara mereka, dan belajar mencium aroma buah matang dari kejauhan.