Dalam taman kehidupan yang luas, sering kali kita mencari inspirasi dari sosok yang besar dan perkasa. Namun, Maitreya sering mengajarkan kita untuk melihat keindahan dalam kesederhanaan. Hari ini, mari kita belajar dari sang arsitek kecil bersayap emas: Lebah.
Lebah bukan sekadar penghasil madu; ia adalah praktisi kehidupan yang menjalankan prinsip-prinsip kebajikan secara alami.
1. Mengambil Tanpa Merusak (Ahinsa)
Saat seekor lebah hinggap di atas bunga untuk mengambil nektar, ia melakukannya dengan sangat lembut. Ia tidak mematahkan kelopak, tidak merusak warna, bahkan tidak menyakiti inti bunga tersebut. Justru, kehadirannya membantu penyerbukan—sebuah hubungan timbal balik yang indah.
Refleksi : Dalam hidup, apakah kita sudah mengambil manfaat dari dunia tanpa merusaknya? Filosofi lebah mengajarkan kita untuk sukses tanpa harus menjatuhkan, dan untuk memetik hasil tanpa harus melukai perasaan orang lain.