Demi Tuhan,
Demi sebuah kebahagiaan yang bebas
leluasa,
Bertobatlah secara Nurani sebab itulah
yang paling luhur
Sering kita merasa mengapa setiap orang yang ada di sekeliling kita begitu suka menyakiti kita. Bahkan anak sendiri yang begitu disayangi dan dilindungi itupun terkesan seolah cenderung suka menguji kesabaran ini. Kenyataannya begitu banyak faktor kompleks yang bisa menjadi penyebab dari semua itu. Mungkin kita sendirilah yang masih kurang kasih dan kesabaran. Adapula ikatan karma masa lampau yang sulit dipahami. Ada hutang karma yang mesti dibayar lunas. Dan masih banyak faktor pemicu lain yang rumit dan sulit terjamah akal pikiran yang serba terbatas sekaligus kearifan yang belum terpancarkan seutuhnya ini. Yang pasti ketika mampu berbesar hati untuk bertobat dan mengaku salah maka itu akan mengikis segala ketidakpuasan dan keengganan untuk menerima apa yang terjadi termasuk konsekuensi dari segala perbuatan yang telah dilakukan baik masa lalu maupun sekarang. Dengan kerendahan hati bertobat tentunya baru mampu menyadari betapa diri masih belum cukup sabar dan pengasih selama ini sehingga belum dapat mensyukuri apapun yang terjadi.