Di sebuah sekolah dasar, hiduplah seorang anak bernama Andi. Ia sebenarnya anak yang baik, namun sifatnya pendiam dan tidak banyak berbicara. Karena itu, ia sering terlihat berbeda dari teman-temannya yang ramai dan penuh canda.
Setiap kali jam istirahat tiba, halaman sekolah dipenuhi suara tawa dan langkah kaki anak-anak yang berlari menuju lapangan. Sebagian bermain bola, sebagian lagi bercanda dengan sahabat-sahabat mereka. Suasana sekolah terasa hidup dan penuh kegembiraan.
Namun di sudut taman sekolah, Andi sering terlihat duduk sendirian di sebuah bangku kayu. Ia hanya memandangi teman-temannya bermain dari kejauhan. Wajahnya tenang, tetapi di dalam hatinya tersimpan rasa sepi yang jarang diketahui orang lain.
Suatu hari, seorang anak bernama Dika memperhatikan Andi dari kejauhan. Ia melihat bagaimana Andi selalu duduk sendirian setiap kali jam istirahat tiba. Pemandangan itu membuat hati Dika tergerak. Ia membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi Andi, melihat teman-teman bermain tanpa pernah diajak bergabung.