Tuhan,
Aku bersyukur masih bisa hidup.
Sehingga aku masih punya kesempatan
untuk bertobat...
Ada sebuah keterkaitan yang sangat erat antara bersyukur dan bertobat. Keduanya memiliki korelasi atau hubungan yang tak dapat dipisahkan. Ketika telah bertobat dengan sepenuh hati, maka jiwa ini akan dipenuhi rasa syukur tak terhingga. Sebaliknya ketika mampu senantiasa bersyukur, barulah bisa bertobat dengan tuntas dan seutuhnya. Di dalam hidup ini apa saja bisa terjadi baik ataupun buruk. Tragedi hidup manusia seolah tak habis dikisahkan dalam berjilid-jilid buku kehidupan. Banyak kejadian yang kelihatannya buruk dan menyakitkan tetapi justru menyimpan begitu banyak hikmah kebaikan dan keindahan. Adakah hidup yang lebih berarti selain mampu bertobat dan bersyukur, sebaliknya bersyukur dan bertobat? Ketika mampu mensyukuri apa pun yang terjadi dalam kehidupan, niscaya selalu ada celah untuk sebuah pertobatan sejati. Sebaliknya ketika mampu bertobat dengan tulus dan tidak main-main, maka hidup pasti akan selalu disyukuri dengan indah.